I didn’t post this for views—I posted it because my tea steam remembers my sigh when no one’s watching.
My hair is ink on washi paper. My silence? It’s not depression—it’s an art form.
The algorithm tried to sell me ‘vibes’. I told it: ‘No thanks, I’m not a influencer—I’m the ghost who still breathes.’
So… who else is quietly crying by their window today? Drop a like if you get it.
Ini bukan konten buat likes atau follower… ini cuma napas terakhir di pagi buta yang cuma kamu rasain sendirian. Lampu satu itu masih nyala—meski dunia luar sibuk dengan viral. Aku tidak pose untuk algoritma TikTok… aku hanya duduk di pojok sunyi, menunggu cahaya mengingatkan bahwa keindahan itu bukan hadiah—tapi kenangan yang tak terbeli oleh filter. Kamu pernah merasa lebih hidup saat diam? 😌 #SenyapBermakna


